Pendidikan di Uma tidak sama
dengan pendidikan formal di sekolah. Pendidikan diuma lebih kearah sosialisasi.
Orang tua hanya memberitahukan kepada anak-anak secara tutur dan lisan
bagaimana bisa hidup baik. Itu dilakukan
berulang-ulang agar si anak bias mengingatnya. Biasanya pendidikan di uma
dilakukan pada saat malam hari (murusa) kemudian pada saat sedang melakukan
aktivitas. Contoh, ketika sedang membuat sampan maka disitulah saatnya orang
tua memberitahukan kepada anaknya cara membuat sampan sehingga anak tersebut
tidak lupa. Makanya konsep pendidikan di
Uma itu adalah “mangamang ia itut ake ama nia”. Artinya seorang anak yang rajin mengikuti orang
tuanya setiap aktivitas, maka ia yang akan mendapat ilmu dari orang tuanya.
Begitu juga anak perempuan, ia harus rajin mengikuti ibunya, seperti mencari
ikan, mengambil sagu, memasak sagu, mengambil bamboo dan lain sebagainya.
Inilah konsep pendidikan di Uma bagi orang Mentawai.
Senin, 19 Oktober 2015
Minggu, 18 Oktober 2015
Budaya Mentawai Mulai di ajarkan
Tulisan ini diangkat dari Tabloid
Puailiggoubat No. 321 hal.19
Budaya Mentawai Atau Bumen resmi
menjadi pelajaran muatan local tingkat SD di Kabupaten Kepulauan Mentawai
setelah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Sipora Utara
dengan menggelar lokarya penyususnan kurikulum di aula kantor Perizinan Terpadu
Tuapejat pada tanggal 14 s/d 16
September 2015.
Pelaksanaan lokakarya tersebut
difasilitasi oleh pihak LSM, yaitu Yayasan Citra Mandiri Mentawai, UPTD Pulau
Siberut dan Dinas Pendidikan Mentawai yang diikuti sebanyak 75 peserta. Hasil
lokakarya tersebut menetapkan Standar kompetensi danKompetensi Dasar,
silabus, dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran.
Penerapan pelajaran Budaya
Mentawai didasarkan atas mulai terkikisnya budaya Mentawai serta hilangnya
pengetahuan Budaya Mentawai pada generasinya. Saat sekarang ini hanya orang tua
yang mengetahuinya, ketika masa orang tua hilang, maka generasi kedepan akan
kehilangan kebudayaannya. Selanjutnya dalam kebudayaan Mentawai tentunya ada
kearifan-kearifan lokal yang harus dipertahankan.
Jumat, 09 Oktober 2015
Pendidikan
Masyarakat adat Mentawai sangat membutuhkan pendidikan yang baik demi masa depan generasinya. Dalam hal ini pemerintah daerah sudah memfasilitasi pendidikan baik wadah pendidikan maupun tenaga guru dengan cara mengangkat guru-guru kontrak. Bagi masyarakat adat yang tiggal dipelosok kampung pendidikan mulai dirasakan walaupun belum maksimal. Semangat generasi muda Mentawai dalam pendidikan bisa dilihat dari cara mereka belajar.Hal ini pemerintah daerah terus berusaha agar wadah-wadah pendidikan bisa dibangun dan bisa dicapai oleh anak-anak Mentawai yang tinggal di pelosok kampung.
Langganan:
Postingan (Atom)