Senin, 19 Oktober 2015

Konsep Pendidikan di Uma



Pendidikan di Uma tidak sama dengan pendidikan formal di sekolah. Pendidikan diuma lebih kearah sosialisasi. Orang tua hanya memberitahukan kepada anak-anak secara tutur dan lisan bagaimana bisa hidup baik.  Itu dilakukan berulang-ulang agar si anak bias mengingatnya. Biasanya pendidikan di uma dilakukan pada saat malam hari (murusa) kemudian pada saat sedang melakukan aktivitas. Contoh, ketika sedang membuat sampan maka disitulah saatnya orang tua memberitahukan kepada anaknya cara membuat sampan sehingga anak tersebut tidak lupa.  Makanya konsep pendidikan di Uma itu adalah “mangamang ia itut ake ama nia”. Artinya  seorang anak yang rajin mengikuti orang tuanya setiap aktivitas, maka ia yang akan mendapat ilmu dari orang tuanya. Begitu juga anak perempuan, ia harus rajin mengikuti ibunya, seperti mencari ikan, mengambil sagu, memasak sagu, mengambil bamboo dan lain sebagainya. Inilah konsep pendidikan di Uma bagi orang Mentawai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar