Pendidikan di Uma tidak sama
dengan pendidikan formal di sekolah. Pendidikan diuma lebih kearah sosialisasi.
Orang tua hanya memberitahukan kepada anak-anak secara tutur dan lisan
bagaimana bisa hidup baik. Itu dilakukan
berulang-ulang agar si anak bias mengingatnya. Biasanya pendidikan di uma
dilakukan pada saat malam hari (murusa) kemudian pada saat sedang melakukan
aktivitas. Contoh, ketika sedang membuat sampan maka disitulah saatnya orang
tua memberitahukan kepada anaknya cara membuat sampan sehingga anak tersebut
tidak lupa. Makanya konsep pendidikan di
Uma itu adalah “mangamang ia itut ake ama nia”. Artinya seorang anak yang rajin mengikuti orang
tuanya setiap aktivitas, maka ia yang akan mendapat ilmu dari orang tuanya.
Begitu juga anak perempuan, ia harus rajin mengikuti ibunya, seperti mencari
ikan, mengambil sagu, memasak sagu, mengambil bamboo dan lain sebagainya.
Inilah konsep pendidikan di Uma bagi orang Mentawai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar