Senin, 19 Oktober 2015

Konsep Pendidikan di Uma



Pendidikan di Uma tidak sama dengan pendidikan formal di sekolah. Pendidikan diuma lebih kearah sosialisasi. Orang tua hanya memberitahukan kepada anak-anak secara tutur dan lisan bagaimana bisa hidup baik.  Itu dilakukan berulang-ulang agar si anak bias mengingatnya. Biasanya pendidikan di uma dilakukan pada saat malam hari (murusa) kemudian pada saat sedang melakukan aktivitas. Contoh, ketika sedang membuat sampan maka disitulah saatnya orang tua memberitahukan kepada anaknya cara membuat sampan sehingga anak tersebut tidak lupa.  Makanya konsep pendidikan di Uma itu adalah “mangamang ia itut ake ama nia”. Artinya  seorang anak yang rajin mengikuti orang tuanya setiap aktivitas, maka ia yang akan mendapat ilmu dari orang tuanya. Begitu juga anak perempuan, ia harus rajin mengikuti ibunya, seperti mencari ikan, mengambil sagu, memasak sagu, mengambil bamboo dan lain sebagainya. Inilah konsep pendidikan di Uma bagi orang Mentawai.

Minggu, 18 Oktober 2015

Budaya Mentawai Mulai di ajarkan




Tulisan ini diangkat dari Tabloid Puailiggoubat No. 321 hal.19

Budaya Mentawai Atau Bumen resmi menjadi pelajaran muatan local tingkat SD di Kabupaten Kepulauan Mentawai setelah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Sipora Utara dengan menggelar lokarya penyususnan kurikulum di aula kantor Perizinan Terpadu Tuapejat  pada tanggal 14 s/d 16 September 2015.
Pelaksanaan lokakarya tersebut difasilitasi oleh pihak LSM, yaitu Yayasan Citra Mandiri Mentawai, UPTD Pulau Siberut dan Dinas Pendidikan Mentawai yang diikuti sebanyak 75 peserta. Hasil lokakarya tersebut menetapkan Standar kompetensi danKompetensi Dasar, silabus,  dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Penerapan pelajaran Budaya Mentawai didasarkan atas mulai terkikisnya budaya Mentawai serta hilangnya pengetahuan Budaya Mentawai pada generasinya. Saat sekarang ini hanya orang tua yang mengetahuinya, ketika masa orang tua hilang, maka generasi kedepan akan kehilangan kebudayaannya. Selanjutnya dalam kebudayaan Mentawai tentunya ada kearifan-kearifan lokal yang harus dipertahankan.

Jumat, 09 Oktober 2015

Pendidikan





Masyarakat adat Mentawai sangat membutuhkan pendidikan yang baik demi masa depan generasinya. Dalam hal ini pemerintah daerah sudah memfasilitasi pendidikan baik wadah pendidikan maupun tenaga guru dengan cara mengangkat guru-guru kontrak. Bagi masyarakat adat yang tiggal dipelosok kampung pendidikan mulai dirasakan walaupun belum maksimal. Semangat generasi muda Mentawai dalam pendidikan bisa dilihat dari cara mereka belajar.
Hal ini pemerintah daerah terus berusaha agar wadah-wadah pendidikan bisa dibangun dan bisa dicapai oleh anak-anak Mentawai yang tinggal di pelosok kampung.